Sumbar  

MGMP Matematika Wilayah Tengah Dorong Guru Kuasai Pembuatan Video AI untuk Pembelajaran

1000053861_11zon
1000053861_11zon

GUNUNG TALANG, Newspresisi.id — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai dimanfaatkan secara lebih serius dalam dunia pendidikan. Hal itu menjadi salah satu fokus kegiatan rutin MGMP Matematika Wilayah Tengah yang digelar di SMPN 1 Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis (24/09/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Guslaini S. Si., M. Pd salah satu pengawas sekolah di kab. Indra giri Hilir sekaligus mahasiswa Doktoral di UNY (Universitas Negri Yogyakarta ) yang di undang sebagai narasumber dengan materi pemanfaatan teknologi AI untuk membuat video pembelajaran yang kreatif, menarik dan lebih mudah dipahami peserta didik.

Koordinator MGMP Matematika wilayah tengah Hisda SulfiDesnira,MPd Dalam sambutannya mengatakan bahwa kita jangan hanya menjadi penonton terhadap perkembangan teknologi.

“Kita perlu memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara tepat untuk membantu pekerjaan dan meningkatkan kualitas pembelajaran”, jelasnya.

AI dapat membantu guru dalam berbagai hal, mulai dari mencari dan mengembangkan ide pembelajaran, menyusun bahan ajar, membuat soal, membuat media pembelajaran, hingga menghasilkan video pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.

“Namun, saya juga ingin menegaskan bahwa AI bukan pengganti guru. Teknologi hanyalah alat bantu. Peran guru dalam membimbing, mendidik, memberikan keteladanan, memahami karakter siswa, serta menentukan arah pembelajaran tetap sangat penting.

Karena itu, mari kita manfaatkan kegiatan MGMP ini sebagai kesempatan untuk terus belajar. Tidak perlu takut mencoba teknologi baru. Kita belajar secara bertahap, mulai dari memahami konsep dasar, mencoba menggunakan aplikasi, kemudian menerapkannya dalam pembelajaran di kelas”, tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, para guru diperkenalkan dengan alur pembuatan video berbasis AI, mulai dari menentukan ide, menyusun naskah atau script, membuat storyboard, menyusun prompt, menghasilkan video, melakukan editing hingga mempublikasikannya.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, proses pembuatan video AI diawali dengan menentukan ide yang berkaitan dengan topik, tujuan dan pesan pembelajaran. Selanjutnya guru menyusun scrip yang jelas, runtut dan menarik sebelum dituangkan ke dalam storyboard sebagai rancangan visual.

Tahap berikutnya adalah menyusun prompt yang detail agar perangkat AI dapat menghasilkan visual maupun video sesuai dengan kebutuhan. Setelah video dihasilkan, guru dapat melakukan proses editing dengan menambahkan musik, teks, gambar maupun efek pendukung sebelum video dipublikasikan melalui platform yang sesuai.

Guslaini juga memperkenalkan sejumlah perangkat yang dapat digunakan dalam proses kreatif tersebut, termasuk ChatGPT dan Flow, serta beberapa aplikasi pendukung untuk pembuatan dan penyuntingan video.

Pemanfaatan AI dalam pembuatan video pembelajaran dinilai dapat membuka ruang kreativitas baru bagi guru. Materi matematika yang selama ini identik dengan angka, rumus dan konsep abstrak dapat dikemas dalam bentuk visual yang lebih komunikatif.

Kegiatan MGMP ini sekaligus menjadi ruang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi digital. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk memperkuat proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, MGMP Matematika Wilayah Tengah mendorong para guru untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi kreator konten pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik di era digital.

Dengan penguasaan teknologi AI secara tepat, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kreatif, kontekstual dan menarik, tanpa menghilangkan substansi serta tujuan pembelajaran.

“Dari ide menjadi video kreatif” menjadi salah satu pesan utama yang tergambar dalam materi kegiatan tersebut. Teknologi AI pada akhirnya ditempatkan sebagai alat bantu bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam dan bermakna bagi siswa.(Malin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *