NEWSPRESISI, SOLOK – Lapangan SMPN 4 Gunung Talang, Nagari Air Batumbuk, Sabtu (18/7/2026), mendadak dipenuhi ratusan atlet, pelatih, dan masyarakat. Sekolah yang berada di kawasan perkebunan teh itu menjadi tuan rumah pertandingan persahabatan gulat yang digelar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Solok.
Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang uji tanding. PGSI Kabupaten Solok menjadikannya sebagai langkah memperkenalkan olahraga gulat kepada kalangan pelajar sekaligus memperkuat pembinaan atlet melalui kompetisi yang melibatkan berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kontingen yang hadir berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, Kota Solok, Kota Sawahlunto, PPLP Sumatera Barat, serta dua atlet dari Provinsi Bengkulu yang sengaja datang untuk menguji kemampuan atlet-atlet Kabupaten Solok.

Kepala SMPN 4 Gunung Talang, Yuarni, S.Pd, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 4 Gunung Talang. Kami menyampaikan terima kasih kepada PGSI Kabupaten Solok yang telah mempercayakan sekolah ini sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan seperti ini mampu memotivasi peserta didik untuk mencintai olahraga sekaligus berprestasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wali Nagari Air Batumbuk yang juga Ketua Komite SMPN 4 Gunung Talang, Yuneldi. Menurutnya, baru kali ini sekolah di nagarinya menjadi tempat berkumpul atlet gulat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
“Kami merasa terhormat. Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan olahraga gulat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah,” katanya.
Ketua Harian PGSI Kabupaten Solok, Afridel DN, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi olahraga gulat ke lingkungan sekolah yang selama ini masih jarang dilakukan.
Ia menyebutkan sebanyak 18 atlet dari Pasaman Barat, 30 atlet Kota Solok, 13 atlet Kota Sawahlunto, 10 atlet PPLP Sumatera Barat, serta dua atlet dari Bengkulu ambil bagian dalam pertandingan persahabatan tersebut.
“Selain menjadi ajang uji kemampuan atlet, kegiatan ini juga membuka ruang pembinaan sejak usia sekolah. Kami ingin gulat semakin dikenal dan diminati pelajar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PGSI Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd., MM, menegaskan pembinaan olahraga harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Karena itu, pihaknya memilih membawa pertandingan langsung ke sekolah agar siswa dapat menyaksikan sekaligus mengenal olahraga gulat dari dekat.
“Kami ingin melahirkan atlet-atlet baru. Gulat bukan olahraga yang jauh dari pelajar. Justru sekolah menjadi tempat yang tepat untuk menemukan bibit-bibit potensial,” ujar Elafki.
Ia mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas dengan mengedepankan motto PGSI Kabupaten Solok, “Kesatria di Atas dan Luar Matras.”
Menurut Elafki, kegiatan ini merupakan awal dari program pembinaan yang akan terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar sehingga Kabupaten Solok semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet gulat berprestasi.
Apresiasi datang dari mantan pelatih gulat PPLP Sumatera Barat, Syamsul Gusri, yang menilai terobosan PGSI Kabupaten Solok patut diapresiasi.
“Saya tidak menyangka pesertanya sebanyak ini. Ini menunjukkan semangat pembinaan yang luar biasa. Jika kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan, saya optimistis akan lahir atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Solok,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang memadati arena pertandingan. Sejumlah warga mengaku tertarik memasukkan anak-anak mereka ke cabang olahraga gulat setelah menyaksikan langsung pertandingan para atlet.
Pertandingan persahabatan itu ditutup dengan sesi foto bersama seluruh atlet, pelatih, dan pengurus PGSI Kabupaten Solok sebagai simbol kebersamaan sekaligus komitmen memperkuat pembinaan olahraga gulat di Sumatera Barat.(Afridel.DN)



