Sumbar  

KPSTI Sumatera Selatan Resmi Dikukuhkan: Langkah Besar Melestarikan Pencak Silat Tradisi di Bumi Sriwijaya

1000071234_11zon
1000071234_11zon

PALEMBANG,Newspresisi.id – Gelombang semangat pelestarian warisan budaya bangsa kembali menguat di Kota Palembang. Minggu, 25 Oktober 2026, Aula STIFI Bakhti Pertiwi di Jalan Arodillah III menjadi saksi bersejarah dikukuhkannya Pengurus Pimpinan Provinsi Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Sumatera Selatan dalam sebuah acara yang khidmat sekaligus penuh gelora kebanggaan terhadap kekayaan seni bela diri Nusantara.

Acara pengukuhan dan pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum KPSTI, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos, yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI. Dengan penuh wibawa, beliau secara resmi melantik Irwansyah Masri, B.Sc sebagai Ketua Pengurus KPSTI Provinsi Sumatera Selatan, menandai babak baru bagi gerakan pencak silat tradisi di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Sriwijaya ini.

Turut hadir memberikan dukungan dan legitimasi terhadap momentum penting ini, Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Hukum, dan Budaya. Kehadiran perwakilan pemerintah provinsi tersebut menegaskan bahwa pelestarian pencak silat tradisi bukan sekadar urusan komunitas, melainkan telah menjadi bagian dari agenda strategis kebudayaan daerah.

Suasana aula sontak bergemuruh ketika sesi atraksi pencak silat dimulai. Tiga perguruan silat ternama unjuk kebolehan di hadapan ratusan hadirin. Perguruan Pencak Silat Bugis membuka pertunjukan dengan gerakan-gerakan tegas dan penuh tenaga yang mencerminkan keberanian pelaut-pelaut Nusantara. Disusul oleh Laskar Palembang Darussalam yang menampilkan jurus-jurus khas Melayu Palembang dengan keanggunan dan ketajaman yang memukau. Penampilan ditutup oleh Silek Harimau Minangkabau yang memamerkan gerakan rendah nan mematikan, mengingatkan hadirin pada kedalaman filosofi silat yang terinspirasi dari alam.

Ketiga atraksi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan representasi nyata dari keberagaman aliran silat tradisi yang hidup dan tumbuh di tanah Sumatera — sebuah mozaik kebudayaan yang perlu dijaga dan dirawat bersama.

Puncak rangkaian acara ditandai dengan pelaksanaan seminar bertajuk “Penguatan Ekosistem Pencak Silat Tradisi dalam Kreativitas, Karakter, dan Jati Diri Bangsa Indonesia.” Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang membawa perspektif berbeda namun saling melengkapi.

Narasumber pertama, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos, selaku Ketua Umum KPSTI dan Anggota DPR RI, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya payung kebijakan dan dukungan legislatif dalam melindungi serta memajukan pencak silat tradisi di tengah arus modernisasi yang semakin deras.

Sementara itu, narasumber kedua, Edwel Datuak Rajo Gampo Alam, seorang praktisi silat yang telah malang melintang memperkenalkan pencak silat ke kancah internasional, berbagi pengalaman inspiratifnya. Melalui medium film, Edwel berhasil membawa Silek Harimau Minangkabau (SHM) menembus batas-batas geografis dan budaya.

“Saat ini, Silek Harimau Minangkabau sudah berkembang dan dipraktikkan di sepuluh negara,”* ungkap Irwansyah Masri mengutip pernyataan Edwel, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa pencak silat tradisi Indonesia memiliki daya tarik universal yang mampu melampaui sekat-sekat kebangsaan.

Usai pelantikan, Irwansyah Masri menyampaikan komitmennya kepada awak media untuk menjadikan KPSTI Sumatera Selatan sebagai wadah yang inklusif bagi seluruh perguruan silat tradisi di provinsi ini. Ia menegaskan bahwa pengukuhan hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal dari perjuangan panjang untuk memastikan bahwa pencak silat tradisi tetap hidup, relevan, dan menjadi sumber kebanggaan bagi generasi mendatang.

Dengan dikukuhkannya pengurus KPSTI Sumsel, harapan besar kini tertumpu di pundak para pemangku kepentingan pencak silat tradisi di Sumatera Selatan — bahwa warisan leluhur yang sarat nilai karakter, kreativitas, dan jati diri bangsa ini tidak akan pernah pudar ditelan zaman, melainkan justru semakin bersinar di panggung nasional maupun dunia.(Zainal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *