TALANG BABUNGO,Newspresisi.id — Rapat Komite SDN 23 Talang Babungo menjadi ruang menyerap aspirasi terkait kebutuhan sarana prasarana dan peningkatan mutu pendidikan.
Forum yang mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Penguatan Mutu, Sarana Prasarana, dan Program Pendidikan Sekolah” itu turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Solok Dapil V, Ronalfi, S.E., dalam agenda reses.
Plt. Kepala SDN 23 Talang Babungo, Gusmaletri, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan bahwa sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama sarana dan prasarana. Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pengembangan sekolah dapat berjalan lebih optimal.
“Sekolah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari pemerintah nagari, kecamatan, komite, anggota DPRD, orang tua, dan masyarakat,” ujar Gusmaletri.
Ia menyebut pihak sekolah telah mengusulkan revitalisasi dan berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait, termasuk melalui dukungan pemerintah kecamatan dan DPRD Kabupaten Solok.
Camat Hiliran Gumanti, Zulbakti, S.Pd., menyatakan pemerintah kecamatan siap mendukung kemajuan pendidikan di wilayahnya. Ia menegaskan, kebutuhan sekolah akan dikoordinasikan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kita akan melihat apa yang menjadi kebutuhan sekolah dan berupaya membantu sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
Sementara itu, Ronalfi, S.E., mengatakan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan pendidikan.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan pihak sekolah, komite, dan orang tua akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk turun langsung dan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan untuk melihat apa yang dapat diperjuangkan sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujar Ronalfi.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan sarana dan prasarana SDN 23 Talang Babungo yang masih dalam tahap pengembangan. Ronalfi menyebut dukungan terhadap kebutuhan sekolah dapat diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk peluang penganggaran melalui pokok-pokok pikiran DPRD, sepanjang memenuhi ketentuan.
“Kalau memang memungkinkan dan sesuai dengan ketentuan, tentu kita akan berupaya memberikan dukungan terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah,” katanya.
Ronalfi juga mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan potensi peserta didik, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat juga harus berjalan beriringan.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab kepala sekolah dan guru. Kalau kita ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, semua unsur harus ikut mengambil peran,” tegasnya.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan koordinasi antara sekolah, komite, pemerintah nagari, kecamatan, dan DPRD.
“Sekolah menyampaikan kebutuhan, pemerintah melihat kewenangannya, DPRD menampung aspirasi, dan masyarakat ikut mendukung. Dari sinilah kita berharap ada langkah nyata untuk kemajuan pendidikan,” tutup Ronalfi.
Reporter: L3T
Editor: Dedi






