Sumbar  

MGMP Matematika Wilayah Utara Dorong Guru Kuasai Administrasi Digital Berbasis Google Apps Script

1000052073_11zon
1000052073_11zon

SINGKARAK,Newspresisi.id — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Wilayah Utara Kabupaten Solok terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan rutin mingguan yang digelar di SMPN 3 X Koto Singkarak, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Dedi Hermanto, S.Pd. sebagai narasumber dengan materi Pemanfaatan Teknologi Google Apps Script untuk Administrasi Digital. Materi ini diarahkan untuk membantu guru mengembangkan sistem administrasi sekolah yang lebih praktis, tertib, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan, kemampuan mengelola administrasi secara efektif menjadi bagian penting dalam pekerjaan guru. Administrasi yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual kini dapat dikembangkan menjadi sistem digital yang terintegrasi, sehingga proses pencatatan, pengolahan data, hingga penyimpanan dokumen dapat dilakukan secara lebih efisien.

Pengurus MGMP Matematika Wilayah Utara, Nurhamdiah Moersalina, ST, saat membuka kegiatan mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan sumber daya manusia para anggota MGMP.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam administrasi sekolah merupakan kebutuhan yang semakin relevan seiring perubahan pola kerja di dunia pendidikan.

“Kegiatan pembuatan aplikasi administrasi digital ini sangat bermanfaat bagi kita semua. Sekaligus dalam rangka meningkatkan SDM rekan-rekan MGMP Wilayah Utara. Mudah-mudahan apa yang disampaikan narasumber nantinya dapat menambah ilmu pengetahuan kita bersama,” ujarnya.

1000052129_11zon
Peserta MGMP Wilayah Utara

Hal senada disampaikan Koordinator MGMP Matematika Wilayah Utara, Asmarita Febriyani, S.Pd. Ia menilai perubahan zaman menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Saat ini kita membutuhkan pembaruan. Era telah berubah dan kita sudah masuk ke era yang serba teknologi,” kata Asmarita.

Karena itu, ia berharap materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman peserta, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan di sekolah masing-masing.

“Kita berharap materi administrasi digital yang disampaikan narasumber pada saat ini dapat bermanfaat bagi bapak dan ibu guru, kemudian bisa ditularkan dan dikembangkan nantinya di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Guru Tak Harus Menjadi Programmer

Sementara itu, narasumber Dedi Hermanto, S.Pd., mengatakan perkembangan teknologi saat ini membuka peluang bagi guru untuk membuat berbagai aplikasi sederhana sesuai kebutuhan administrasi sekolah tanpa harus terlebih dahulu menjadi seorang programmer profesional.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut akan dilakukan secara bertahap agar peserta memahami konsep dasar sekaligus mampu menghasilkan produk aplikasi yang dapat digunakan.

“Saya akan memandu bapak dan ibu step by step sehingga aplikasi tersebut yang telah menjadi produk siap untuk digunakan,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, salah satu perubahan penting dalam pengembangan aplikasi saat ini adalah hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendamping ketika guru ingin menyusun atau mengembangkan aplikasi.

“Pada saat ini kita tidak mesti mahir coding. Dengan bantuan AI Generator, sangat membantu kita dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang kita inginkan,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa penggunaan AI tetap perlu dibarengi pemahaman dasar mengenai cara kerja aplikasi. Karena itu, peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan konsep dasar pembuatan aplikasi menggunakan Google Apps Script.

“Saya akan memandu bapak dan ibu memperkenalkan dasar pengetahuan membuat aplikasi di platform Apps Script Google. Ketika para peserta sudah mahir, nantinya aplikasi tersebut bisa dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita,” ujar Dedi.

Mengenal Apps Script dan AppSheet

Sebelum masuk ke praktik pengembangan aplikasi, Dedi terlebih dahulu menjelaskan perbedaan dua platform Google yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung digitalisasi pekerjaan, yakni Google Apps Script dan AppSheet.

Pengenalan kedua platform tersebut dinilai penting agar guru dapat menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan. Apps Script dapat digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan dan membangun berbagai fungsi berbasis layanan Google, sedangkan AppSheet memungkinkan pengguna membuat aplikasi tanpa harus menulis kode secara konvensional.

Dengan pemahaman tersebut, guru diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai mampu mengembangkan solusi digital sederhana untuk menjawab persoalan administrasi yang mereka temui sehari-hari.

Kegiatan MGMP Matematika Wilayah Utara ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari sistem yang kompleks. Pengembangan dapat dilakukan dari kebutuhan sederhana di sekolah, kemudian secara bertahap diperluas sesuai kemampuan dan kebutuhan pengguna.

Melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan praktik teknologi seperti ini, MGMP diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi guru untuk saling belajar dan menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi penting agar pengembangan kompetensi guru tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan saling berbagi pengalaman dan keterampilan, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat semakin meluas dan memberi dampak terhadap pengelolaan pendidikan di Kabupaten Solok.

“Kalau kita bisa belajar dan mengembangkan teknologi secara bersama-sama, mudah-mudahan kita bisa ikut menggerakkan pendidikan di Kabupaten Solok agar semakin maju dan bangkit kembali,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (Malin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *