Sumsel  

PD PFI Sumsel Lantik Empat Pengurus Cabang di Sriwijaya Phex 2026, Menkebud Fadli Zon: Filateli Hobi Para Raja

1000050609_11zon
1000050609_11zon

PALEMBANG,Newspresisi.id — Pengurus Daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia (PD PFI) Sumatera Selatan resmi mengukuhkan Pengurus Cabang (PC) PFI dari empat kabupaten/kota, salah satunya adalah PC PFI Banyuasin. Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Ketua PD PFI Sumsel, Ir. Affan Prapanca, M.T., IPM., pada pembukaan pameran filateli internasional Sriwijaya Phex (Sriwijaya Philately Exhibition) di Atrium Palembang Square, Kamis (10/9/2026).

​Acara berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–13 September 2026 ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Menteri Kebudayaan (Menkebud) Fadli Zon, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

​Selain melantik pengurus di empat wilayah, PD PFI Sumsel juga mengukuhkan 100 klub filateli tingkat sekolah. Pada momentum tersebut, PD PFI Sumsel secara khusus meminta dukungan dari pemerintah daerah agar kegiatan filateli di Sumatera Selatan dapat terus berkembang dan berkesinambungan melalui regenerasi yang baik.

​Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran dan pelantikan tersebut. Ia menyoroti eksistensi filateli yang saat ini mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat, meskipun memiliki nilai sejarah yang panjang.

​”Filateli adalah kata yang mungkin jarang didengar, ini berkaitan dengan benda-benda pos. Namun, ini adalah hobi yang telah ada sejak lama, mulai dari tahun 1922 di Batavia. Hobi ini sangat dominan di Eropa dan Amerika, bahkan filateli sering disebut sebagai hobi para raja,” ujar Fadli Zon di hadapan para tamu undangan.

​Lebih lanjut, Menkebud menegaskan bahwa prangko masih sangat relevan hingga hari ini dan rutin diperlombakan di berbagai ajang internasional. Menurutnya, mengoleksi benda pos bukan sekadar menyimpan barang lama, melainkan juga menjadi wadah pembentukan karakter.

​”Ini adalah hobi yang sangat baik untuk melatih ketekunan, kerajinan, kejujuran, dan persahabatan. Karena prangko adalah benda komunikasi masa lampau yang menjadi alat korespondensi, ia merupakan bagian dari sejarah perjalanan bangsa sekaligus medium belajar yang sangat berharga bagi anak-anak kita,” pungkasnya.(Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *