Berita  

Ironi Negeri Muslim Terbesar: FEB Universitas Yarsi Turun Tangan Gembleng Ustaz di Bogor Soal Keuangan Syariah

1000035987_11zon
1000035987_11zon

BOGOR,Newspresisi.id--Indonesia memegang predikat sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Lebih dari 240 juta jiwa atau sekitar 85 persen penduduknya beragama Islam. Namun, angka tersebut berbanding terbalik dengan penetrasi ekonomi dan keuangan berbasis syariah di dalam negeri.

Hingga saat ini, pangsa pasar (market share) ekonomi dan keuangan syariah nasional masih tertahan di bawah 10 persen. Padahal, fondasi industri ini telah dibangun sejak akhir 1991 lewat hadirnya Bank Muamalat Indonesia, yang kemudian disusul menjamurnya takaful, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga pasar modal syariah seperti sukuk dan saham syariah.

Kondisi ini terbilang tertinggal jauh dibanding negara tetangga, Malaysia. Dengan populasi Muslim yang hanya sekitar 55 persen, Malaysia justru berhasil menguasai pangsa pasar keuangan syariah hingga menembus angka 30 persen.

Langkah Konkret Akademisi FEB Yarsi

Berangkat dari kegelisahan terhadap rendahnya literasi tersebut, tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Yarsi mengambil langkah nyata. Mereka menggelar program edukasi dan pelatihan literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk para tenaga pendidik (asatidz) di Pondok Pesantren Modern (PPM) Darussalam, Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Tim pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Akhyar Adnan, didampingi Dr. Mediana Wilestari, Dr. Yutrizal Jacoub, serta didukung oleh tenaga kependidikan Iman Dwi Arismunandar, S.Psi.

“Penguatan literasi harus dimulai dari para pendidik dan tokoh masyarakat. Pesantren punya peran strategis sebagai garda depan edukasi umat,” ujar Dr. M. Akhyar Adnan di sela-sela kegiatan.

Libatkan, Muhammadiyah, NU, dan Pesantren Sekitar

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini mendapat sambutan hangat dari Pimpinan PPM Darussalam Ciomas. Tak hanya internal pesantren, pelatihan ini juga merangkul perwakilan ustaz dari pesantren-pesantren di kawasan sekitar, serta pengurus organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Sebanyak 39 peserta aktif terlibat dalam diskusi dan pemaparan materi yang terbagi ke dalam tiga pilar utama:

Dasar-Dasar Ekonomi Islam/Syariah — Disampaikan oleh Dr. M. Akhyar Adnan, fokus pada prinsip dasar dan filosofi sistem ekonomi Islam.

Dasar-Dasar Keuangan Islam/Syariah — Dipaparkan oleh Dr. Yutrizal Jacoub, mengupas instrumen keuangan modern perbankan hingga pasar modal.

Implementasi Kurikulum & Kehidupan Sehari-hari — Dipandu oleh Dr. Mediana Wilestari, membahas cara menyisipkan literasi syariah ke dalam kurikulum pesantren dan praktik harian.

Dorong Integrasi ke Kurikulum Pesantren

Rangkaian pelatihan yang dimoderatori oleh Iman Dwi Arismunandar ini berlangsung interaktif. Para peserta mengaku mendapatkan sudut pandang baru terkait tata kelola keuangan berbasis syariah yang selama ini dinilai kompleks.

Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran di lembaga masing-masing serta menerapkannya dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. (M. Akhyar – Hendrik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *