Sumbar  

Satu Mundur demi Pileg, Dua Tersingkir! Ini 5 Nama Calon Wali Nagari Sulit Air yang Lolos Drama Seleksi Ketat

1000026389_11zon
1000026389_11zon

Sulit Air,Newspresisi.id — Tensi politik tingkat nagari di Kabupaten Solok mendadak memanas. Persaingan memperebutkan kursi kepemimpinan dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Sulit Air berlangsung penuh drama, mulai dari kegagalan berkas, pengunduran diri mendadak, hingga persaingan nilai yang sangat tipis pada ujian penyaringan akhir.

Dari sembilan pendaftar awal yang mencoba peruntungan, kini hanya tersisa lima nama terkuat yang dipastikan resmi bertarung memperebutkan simpati dan suara warga Nagari Sulit Air.

Dinamika seleksi sudah bergejolak sejak tahap awal. Syaifullah, salah satu pendaftar, dinyatakan gugur di fase administrasi akibat gagal melengkapi dokumen persyaratan hingga batas waktu yang ditentukan Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Sulit Air, sampai yang bersangkutan menyatakan mundur dari pendaftaran

Tak berhenti di situ, kejutan kembali terjadi tepat sehari (H-1) sebelum tes tertulis digelar. Desi Susanti, satu-satunya pendaftar perempuan yang digadang-gadang menjadi kuda hitam, mendadak melayangkan surat pengunduran diri secara resmi.

“Dalam surat resminya, Desi menyampaikan apresiasi kepada panitia namun memilih mundur dari bursa Pilwana. Beliau secara terbuka menyatakan ingin mencurahkan fokus penuh untuk bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) Kabupaten Solok mendatang,” ungkap Afrizal selaku ketua P2WN Sulit

Pengunduran diri Desi menyisakan tujuh kandidat yang harus saling sikut dalam ujian penyaringan ketat. Tes yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) bersama Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Kabupaten Solok ini digelar di SMPN 5 Gunung Talang, Minggu (26/7/2026).

Untuk naskah soal nya disusun oleh IPDN, soal menjadi dokumen negara yang bersifat rahasia, Ujian juga diawasi oleh PPD dan P2WN.

Sementara Pemeriksaan hasil ujian oleh P2WN diawasi dan disaksikan transparan oleh Bakal Calon dan PPD.

Semua dokumen menjadi disimpan oleh PPD.

Semua diatur dalam tatatertib seleksi yang difahami oleh pesert, Jadi disana tak ada lagi kekeliruan pemeriksaan dan dicocokan dengan kunci jawaban yang ditulis jelas di papan tulis, Kami pastikan sudah benar dan diterima calon.

Sesuai aturan main, hanya ada lima kuota maksimal untuk melaju ke surat suara. Hasil ujian pun memperlihatkan selisih nilai yang sangat ketat di papan atas, sekaligus mendepak dua nama di posisi terbawah.

Berikut rekapitulasi nilai akhir seleksi Pilwana Sulit Air:

1. Jumaini, S.Sos., M.Si. — 426 poin (Lolos – Peringkat 1)

2. Yonuardi, S.Pd.I. — 421 poin (Lolos – Peringkat 2)

3. Drs. Ahmad Purnama — 416 poin (Lolos – Peringkat 3)

4. Arianto B, S.IP. — 401 poin (Lolos – Peringkat 4)

5. Fauzan Azima — 383 poin (Lolos – Peringkat 5)

6. Firdaus Kahar — 372 poin (Gugur)

7. Jivo Siro Minka — 333 poin (Gugur)

Jumaini berhasil memimpin perolehan nilai dengan 426 poin, ditempel ketat oleh Yonuardi (421 poin) dan Ahmad Purnama (416 poin). Sementara itu, langkah Firdaus Kahar dan Jivo Siro Minka harus terhenti karena berada di luar batas lima besar.

Dengan ditetapkannya lima calon resmi ini, peta kekuatan politik di Nagari Sulit Air diprediksi akan makin hangat. Panitia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengawal proses demokrasi ini agar tetap berjalan objektif, transparan, profesional, serta menjaga iklim nagari tetap kondusif.

Kini, publik Nagari Sulit Air menantikan babak berikutnya: pengundian nomor urut calon. Akankah pemenang di bilik suara nanti linier dengan peringkat nilai tes ini, atau justru muncul kejutan baru dari calon berperingkat bawah? Patut kita tunggu. (Hendrik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *