Sumbar  

RSUD Sawahlunto Gelar Penyuluhan DBD, Edukasi Masyarakat Kenali Gejala dan Pencegahan Sejak Dini

1000007176_11zon
1000007176_11zon

Sawahlunto, Newspresisi.id – Dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto menggelar penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien pada Selasa (23/06/2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Kota Sawahlunto tersebut dilaksanakan di ruang tunggu Poli Mata dan Poli Gigi lantai bawah.

Penyuluhan menghadirkan narasumber dr. Faras yang memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, penanganan, serta upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

PKRS merupakan instalasi khusus di rumah sakit yang bertugas memberikan edukasi dan pemberdayaan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang DBD sehingga mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi penyakit tersebut.

Dalam pemaparannya, dr. Faras menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit yang sering dianggap biasa, namun dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini justru berkembang biak di tempat-tempat yang bersih dan memiliki genangan air, sehingga masyarakat harus waspada dan rutin membersihkan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa gejala awal DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi, mual, dan muntah. Menurutnya, pemberian obat penurun panas seperti parasetamol saja tidak cukup untuk mengatasi penyakit tersebut.

Lebih lanjut, dr. Faras menegaskan bahwa fase paling berbahaya pada penderita DBD adalah saat demam mulai menurun. Pada fase kritis ini dapat terjadi kebocoran pembuluh darah yang berisiko menimbulkan komplikasi serius.

“Ketika memasuki fase kritis, pasien harus mendapatkan asupan cairan yang cukup. Banyak minum sangat penting untuk membantu mencegah terjadinya dehidrasi dan komplikasi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, atau buang air besar berwarna hitam.

Pada kesempatan tersebut, dr. Faras juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Melalui penyuluhan ini, RSUD Kota Sawahlunto berharap masyarakat semakin memahami bahaya DBD serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menekan angka kasus demam berdarah di Kota Sawahlunto dan sekitarnya.(Malin)

 

Penulis: MalinEditor: Dedi Hermanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *