KOTA SOLOK, Newspresisi.id — Sanggar Seni Rumbio Sakato Kota Solok menggandeng PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok dalam kegiatan pelatihan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Pelatihan digelar di Aula Kantor Lurah Simpang Rumbio, Kota Solok, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 30 pelaku usaha mikro serta pengurus Sanggar Seni Rumbio Sakato mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Sanggar Seni Rumbio Sakato, Rafi Malin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas dukungan terhadap kegiatan yang digagas sanggar tersebut.
Menurut dia, dukungan PLN tidak hanya diarahkan pada pengembangan kegiatan seni dan budaya, tetapi juga membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Terima kasih kepada PT PLN atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut untuk pengembangan sanggar dan masyarakat,” kata Rafi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, Sanggar Seni Rumbio Sakato selama ini bergerak dalam pelestarian seni dan budaya tradisional Minangkabau, khususnya melalui kegiatan tari, musik, dan silek.

Selain kegiatan kesenian, sanggar juga mengembangkan program Usaha Ekonomi Produktif melalui kegiatan Kulek-Kulek Uda Denai. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat di sekitar sanggar.
Rafi mengatakan, sejumlah program yang diajukan Sanggar Seni Rumbio Sakato kepada PT PLN melalui UP3 Solok mendapatkan dukungan. Selain pelatihan, dukungan tersebut juga mencakup perlengkapan seperti pakaian dan alat musik serta pembangunan tempat latihan.
“Semoga bantuan dan dukungan yang diberikan PLN ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi sanggar maupun masyarakat,” ujarnya.
Lurah Simpang Rumbio, Yulhendri, SE, mengapresiasi dukungan PT PLN terhadap keberadaan Sanggar Seni Rumbio Sakato.
Menurutnya, keberadaan sanggar seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan tradisional di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap dukungan terhadap sanggar seni dapat terus dilakukan sehingga berbagai kesenian tradisional Minangkabau tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT PLN yang telah memberikan dukungan penuh terhadap sanggar seni Rumbio Sakato. Semoga kegiatan seperti ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yulhendri.
Ia juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Kelurahan Simpang Rumbio terhadap keberadaan Sanggar Seni Rumbio Sakato yang selama ini turut berkontribusi dalam kegiatan seni dan budaya di wilayah tersebut.
Sementara itu, Manager Rayon Solok, Medisyono, yang mewakili PLN Sumatera Barat, menjelaskan bahwa pelaksanaan program TJSL PLN mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 menjadi salah satu pedoman dalam pelaksanaan program TJSL di lingkungan BUMN.
Menurutnya, program TJSL PLN tidak hanya berorientasi pada satu bidang, tetapi mencakup sejumlah sektor yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Program TJSL PLN Peduli berfokus pada sektor pendidikan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK),” kata Medisyono.
Ia menambahkan, masyarakat yang membutuhkan dukungan melalui program TJSL dapat menyampaikan permohonan melalui rayon atau UP3 PLN terdekat.
Melalui kolaborasi tersebut, Sanggar Seni Rumbio Sakato diharapkan tidak hanya semakin kuat dalam melestarikan seni budaya Minangkabau, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Simpang Rumbio, Kota Solok.(Meri)






