Sumbar  

Intip Kemegahan Pawai Alegoris HUT RI ke-81 di Nagari Sulit Air

1000041883_11zon
1000041883_11zon

SULIT AIR,Newspresisi.id — Gemuruh drumband dan kibaran bendera merah putih membakar semangat ribuan warga yang memadati sepanjang jalan utama Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Meski berada dalam nuansa pascakemerdekaan, atmosfer peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di nagari ini tidak surut sedikit pun.

Pemerintah Nagari Sulit Air kembali menggelar tradisi tahunan berupa Pawai Alegoris yang berlangsung meriah dan penuh warna. Ribuan peserta dari pelbagai elemen masyarakat tampak antusias menumpahkan kebanggaan nasionalisme mereka ke jalanan, menjadikan kawasan yang biasanya tenang tersebut mendadak riuh dan semarak.

Pawai budaya dan kemerdekaan ini resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari Sulit Air, A.H. Ayandra, M.A., di Lapangan Bola Kaki Koto Tuo. Sejak pagi hari, lapangan yang menjadi titik kumpul utama tersebut telah disesaki oleh barisan peserta yang mengenakan pelbagai kostum unik, mulai dari pakaian adat tradisional, seragam profesi, hingga kreasi busana bertema perjuangan.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Pj Wali Nagari A.H. Ayandra menekankan bahwa Pawai Alegoris bukan sekadar agenda rutin tahunan untuk meramaikan kalender peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi wadah krusial untuk mempererat rasa persatuan serta memperkokoh ikatan silaturahmi antarwarga.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan kita bersama. Marilah kita sukseskan acara ini dengan penuh rasa badunsanak (persaudaraan). Melalui peringatan HUT RI ke-81 ini, mari kita terus membangun sinergi yang kuat dan harmonis antara pemerintah nagari dan seluruh lapisan masyarakat demi kemajuan Sulit Air ke depan,” ujar Ayandra di hadapan ribuan peserta dan warga yang hadir.

Pawai Alegoris kali ini menyedot perhatian luas karena keterlibatan lintas generasi yang amat padu. Barisan peserta mengular panjang, dimulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga kelompok masyarakat dewasa. Anak-anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) tampil menggemaskan dengan pakaian adat Nusantara serta miniatur alat perjuangan. Sementara itu, siswa-siswi tingkat SLTP dan para santri dari Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Kampus 11 Sulit Air menunjukkan ketertiban dan ketegasan barisan yang memukau penonton.

Tak kalah memikat, kelompok Bundo Kanduang dan Tim Penggerak PKK Nagari Sulit Air hadir anggun membawakan identitas kebudayaan Minangkabau yang kental. Kehadiran jajaran instansi kesehatan tempatan serta kelompok masyarakat umum kian melengkapi keberagaman peserta pawai, mempertegas pesan bahwa kemerdekaan milik semua golongan.

1000041884_11zon

Suasana kian membara tatkala grup Marching Band milik Persatuan Sepakbola Sulit Air (PSA) bertindak sebagai pembuka jalan. Lewat dentuman drum dan tiupan terompet yang energik, mereka memimpin rombongan menyusuri rute yang telah ditentukan oleh panitia.

Adapun rute pawai membentang mulai dari titik awal di Lapangan Bola Kaki Koto Tuo, melintasi kawasan Balai Lamo, menuju Gando, berlanjut ke Guguak Rayo, hingga akhirnya kembali dan finis di Balai Lamo. Sepanjang jalur yang dilalui, ribuan warga lokal maupun pendatang tampak menyemut di tepi jalan. Gelak tawa, tepuk tangan riuh, dan lambaian tangan masyarakat menyambut setiap kontingen yang melintas, menciptakan pesta rakyat yang benar-benar hidup.

Guna menambah keseruan dan mengapresiasi semangat para peserta, Pemerintah Nagari Sulit Air turut menyediakan puluhan doorprize menarik. Kejutan hadiah ini diperuntukkan tidak hanya bagi para peserta pawai yang tampil totalitas, tetapi juga kepada para guru pendamping yang telah bekerja keras membimbing anak-anak didik mereka selama persiapan acara. Pengundian dan penyerahan hadiah dilakukan di panggung utama Balai Lamo sesaat setelah seluruh rombongan menyentuh garis finis.

Keberhasilan penyelenggaraan Pawai Alegoris HUT RI ke-81 ini memperbuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan rasa cinta tanah air masih tertanam kuat di sanubari masyarakat Nagari Sulit Air. Melalui semangat badunsanak, perayaan ini sukses menjadi refleksi kemerdekaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkokoh fondasi sosial dan budaya di Ranah Minang. (Hendrik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *