SOLOK,Newspresisi.id — Nuansa merah putih tampak menghiasi hampir setiap sudut SMP Negeri 3 Solok dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beragam ornamen bernuansa merah putih dipasang di lingkungan sekolah, menciptakan suasana semarak sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa dan guru.
Peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, momentum kemerdekaan dikemas dalam berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Siswa dan guru diajak merasakan kegembiraan kemerdekaan melalui permainan tradisional, perlombaan antarkelas, hingga kegiatan kewirausahaan melalui Market Day.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Amina, S.Pd., mengatakan rangkaian peringatan HUT RI tahun ini memang dirancang dengan konsep yang lebih meriah dan melibatkan seluruh warga sekolah.
“Acara peringatan HUT RI tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami berusaha menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga dapat membangun kebersamaan, kekompakan dan semangat siswa,” kata Amina.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 11–12 Agustus 2026. Sejak hari pertama, suasana sekolah sudah dipenuhi semangat kompetisi yang sehat. Siswa tidak hanya berlomba untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga menunjukkan kekompakan dan kreativitas masing-masing.
Sejumlah perlombaan tradisional digelar untuk memeriahkan suasana. Di antaranya lomba kebersihan kelas, pacu karung, pacu tempurung, tarik tambang, hingga lomba makan kerupuk. Perlombaan tersebut diikuti siswa dengan penuh antusias.
Tawa dan sorak-sorai terdengar di berbagai sudut sekolah ketika peserta mengikuti perlombaan. Lomba yang sederhana namun sarat nilai kebersamaan itu menjadi ruang bagi siswa untuk sejenak keluar dari rutinitas pembelajaran sekaligus belajar tentang sportivitas.
Menariknya, semangat perlombaan tidak hanya menjadi milik siswa. Para guru juga turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan. Kehadiran guru sebagai peserta membuat suasana semakin meriah dan mencairkan jarak antara pendidik dan peserta didik.
Bagi pihak sekolah, keterlibatan guru tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan upacara dan seremoni, tetapi juga dapat dimaknai melalui kebersamaan, gotong royong, sportivitas dan kegembiraan bersama.
Market Day Tutup Rangkaian Kegiatan
Jika hari pertama diwarnai dengan berbagai perlombaan, hari kedua menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha melalui kegiatan Market Day.
Setiap kelas diberikan kesempatan untuk membuka lapak dan menjual berbagai makanan serta minuman hasil produksi masing-masing. Beragam sajian disiapkan siswa dengan kreativitas mereka, kemudian dipasarkan kepada warga sekolah.
Market Day menjadi bagian yang menarik karena siswa tidak hanya belajar mengenai proses membuat dan menjual produk. Mereka juga belajar bekerja dalam kelompok, menentukan produk yang akan dijual, mengatur modal, menetapkan harga, melayani pembeli hingga menghitung hasil penjualan.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai pentingnya kreativitas, tanggung jawab dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan dalam dunia pendidikan yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan karakter.
Kepala SMP Negeri 3 Solok, Rita Zahara, M.Pd., mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema “Merah Putih Negaraku Tercinta, Raih Prestasi dengan Semangat Kemerdekaan.”
Menurutnya, tema tersebut memiliki pesan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif. Para siswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara belajar, berkarya dan meraih prestasi.
Semangat kemerdekaan, kata dia, tidak berhenti pada perayaan. Lebih jauh, kemerdekaan harus menjadi sumber motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Semangat kemerdekaan harus kita tanamkan kepada anak-anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kemerdekaan harus diisi dengan prestasi, kreativitas dan kegiatan-kegiatan positif,” ujar Rita.
Ia berharap kegiatan peringatan HUT RI di lingkungan sekolah dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh siswa. Selain mendapatkan hiburan, siswa juga diharapkan memperoleh pelajaran mengenai arti kebersamaan, persatuan dan sportivitas.
Bagi SMP Negeri 3 Solok, peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar agenda tahunan. Merah putih yang menghiasi lingkungan sekolah menjadi simbol semangat untuk terus bergerak maju. Perlombaan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, sementara Market Day menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa.
Dua hari penuh semarak itu akhirnya menjadi gambaran kecil bagaimana kemerdekaan dapat dirayakan di lingkungan pendidikan: dengan belajar, bermain, berkarya dan membangun kebersamaan.
Di tengah merah putih yang berkibar dan menghiasi lingkungan sekolah, seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Solok menyampaikan pesan yang sama: kemerdekaan harus terus dijaga dan diisi dengan prestasi.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merah Putih Negaraku Tercinta, Raih Prestasi dengan Semangat Kemerdekaan.(Faisal Hafis)






